Senin, 30 Juni 2014

Rapat : HMJ KPI Dan BKI Bahas Branding

Rapat : HMJ KPI Dan BKI Bahas Branding
IAIN Surakarta – Jumat (13/06)  pukul 13.00 WIB. Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) dan Bimbingan Konseling Islam (BKI) mengadakan rapat  kecil di lobi Fakultas Ushuluddin Dan Dakwah (FUD), membahas branding jurusan yang akan diadakan pada acara Car Free Day (CD) untuk kedua kalinya. Kali ni bekerja sama dengan KPU Solo.
Rapat yang dihadiri kurang lebih 15 an orang dari anggota HMJ KPI dan BKI ini membahas mengenai panitia branding Jurusan BKI dan KPI yang insyaallah akan digelar pada tanggal (22/06) di arena CFD Solo untuk kali keduanya. Kali ini tema yang akan diusung  ialah “Pemilu Bersih di Bulan Ramadhan”. Karena sebentar lagi kedatangan pemilu (pemilihan umum) akan datang disela-sela bulan ramadhan, maka tema yang diangkat disesuaikan dengan keadaan yang sebenarnya.
Pembentukan panitia untuk kegiatan tersebut dipilih secara voting oleh peserta rapat, pilihan yang muncul yaitu Dwi Potyes dari KPI semester IV dan Zamron dari semester VI. Dan ternyata dari kedua calon tersebut voting memenangkan bahwa Zamron yang terpilih untuk menjadi ketua panitia kegiatan tersebut.
            Hasil rapat memutuskan bahwa ada orang yang memerankan kedua capres dan cawapres yang akan berjalan di sepanjang Jl Salamet Riyadi. Sudah dipastikan bahwa brosur Jurusan akan disebar sebanyak 500 lembar kepada para peserta Car Free Day. Tujuan dari mengadakan kegiatan ini “untuk memperkenalkan jurusan kita pada khalayak” ujar Ayu Padma Putri selaku wakil dari ketua HMJ KPI.


KEMENDIKBUD : Gelar Jambore Jurnalistik

KEMENDIKBUD : Gelar Jambore Jurnalistik
Kementerian Pendidikan dan Budaya (Kemendikbud) Republik Indonesia (RI) bekerjasama dengan media ANTARA, menggelar jarbore Jurnalistik (13-15/06) di Bumi Perkemahan Kiarapayung, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat yang ditujukan untuk siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) se Jawa Barat.
Kegiatan jambore jurnalistik atau perkemahan jurnalistik ini bertujuan untuk memberi bekal ilmu jurnalistik kepada para siswa SMA yang ingin melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi yakni bangku kuliah, supaya lebih memahami. Bagi yang tidak melanjutkan ke bangku kuliah agar dapat mengembangkan ilmu jurnalistik yang telah didapat.
Peserta Jambore Jurnalistik tidak dipungut biaya sedikitpun alias gratis dan bersertifikat KEMENDIKBUD ketika mendaftar dan kuota yang tersedia 400 orang. Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari dimulai pada jumat pagi, dan para peserta diharuskan sudah berkumpul di Bumi Perkemahan. Guna mendirikan tenda untuk tempat istirahat terlebih dahulu.
“Kegiatan yang direncanakan bermacam-macam, yang pasti pembelajaran ilmu jurnalistik yang dikemas dengan format perkemahan” ujar veronica selaku contac person Jambore Jurnalistik. Acara yang digelar misalnya seperti Whorkshop mengenai Radio, Televisi, Media Cetak serta Fotografi Jurnalistik.
Pemateri yang senang hati mau berbagi pengalaman dan ilmu untuk mengisi Jambore Jurnalistik diantaranya Sizuka dari Produser TV, Imam Prihadiyoto dari Redaktur KOMPAS, Febri Ilham dari Penyiar RRI, dan Prio Sambodo seorang Animator.

Dengan diadakannya kegiatan Jambore Jurnalistik yang begitu menarik perhatian dan dapat menambah pengetahuan ini. Sangat berguna sekali bagi yang minat dan menginginkan ilmu tentang jurnalistik supaya bisa mendalami hal-hal tentang media.

ISI Jadi Tuan Rumah PEKSIMIDA

ISI Jadi Tuan Rumah PEKSIMIDA
Seleksi PEKSIMIDA (Pekan Seni Mahasiswa) Lomba Tangkai Tari 2014 Se-Jateng, jumat, 30 Mei 2014 tepat pukul 19.00 sampai 24.00 di gedung Teater Besar ISI (Institut Seni Indonesia) Surakarta yang di ikuti oleh 11 Universitas se-Jawa Tengah berjalan dengan lancar penuh antusias dari penonton yang datang malam itu.
“ISI Surakarta yang menjadi tuan rumah untuk seleksi PEKSIMIDA malah tidak mengikuti dengan alasan kalau sampai menang takutnya ada hal yang tidak beres sebab diadakan di kandang sendiri, dan jika kalah akan mempermalukan ISI yang sebagai tuan rumah PEKSIMIDA”, ujar putriana selaku personil TRADISKA dari mahasiswa IAIN Surakarta.
Dari beberapa Universitas tersebut, malam itu juga akan dipilih 1 perwakilan untuk mewakili Jawa Tengah di ajang PEKSIMINAS (Pekan Seni Mahasiswa Nasional) di Pontianak Kalimantan, bulan Juli mendatang. Acara itu sengaja diadakan oleh pemerintah untuk melestarikan budaya negara kita yaitu Tari, di berbagai daerah dan Universitas khususnya untuk mahasiswa yang sekarang sudah mulai melupakan budaya sendiri. Maka dengan lomba tari ini supaya mahasiswa tahu, mengerti dan dapat melestarikan budayanya sendiri.
Lomba PEKSIMIDA Tangkai Tari Se-Jawa Tengah ini diikuti oleh 11 Perguruan Tinggi, diantaranya Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta, Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas (UNSOED), Universitas Negeri Semarang (UNES), Universitas Dian Nusantara (UNDINUS) Semarang, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, IKIP PGRI Semarang.

TRADISKA (Tradisional Dance IAIN Surakarta) merupakan salah satu peserta dari Perguruan Tinggi yang mengikuti lomba PEKSIMIDA. TRADISKA yang beranggotakan 7 mahasiswi berjilbab ini diantaranya ada Putriana Sandi (dari Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam), Desi, Ulil, Imah, Putri (dari Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris), Septina (Sastra Inggris), Ika (Jurusan Akuntansi). Meskipun mereka tidak bisa mewakili Jawa Tengah menuju PEKSIMINAS, mereka tetap merasa bahagia karena bisa tampil di PEKSIMIDA.

Seminar Citizen journalism Menarik Perhatian Mahasiswa Dan Umum

Seminar Citizen journalism Menarik Perhatian Mahasiswa Dan Umum
Mahasiswa Semester 6 Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Konsentrasi Public Relation (PR) Fakultas Ushuluddin Dan Dakwah (FUD) telah menyelenggarakan seminar pada hari selasa, 27 Mei 2014 di Gedung Pascasarjana Lantai 4  Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Dengan tema “ Tips & Trik To Be Citizen Journalism” berlangsung dengan sukses dan lancar karena kedatangan pembicara yang handal.
Seminar Tips & Trik To Be Citizen Journalism dengan 2 pembicara, pertama Bapak Is Ariyanto seorang pemenang juara 1 Citizen Journalism pada tahun 2013 dan Mbak Pythag Kurniati, seorang pemenang juara 1 Wideshot Kategori Feature tahun 2013 dan baru saja di wisuda untuk mendapatkan gelar S1 di jurusan Komunikasi Universitas Sebelas Maret (UNS). Keduanya saling berbagi pengalaman mengenai Citizen Journalism yang mereka alami. Dengan menampilkan video dan memberi tahu cara-cara dan syarat-syarat liputan yang baik kepada para peserta seminar.
Seminar yang diadakan oleh para Mahasiswa KPI konsentrasi PR ini, mempunyai niat untuk “memperkenalkan Jurnalis warga kepada masyarakat. Supaya kedepannya masyarakat itu sendiri bisa turut aktif dalam perkembangan media saat ini.” ujar mbak Ida salah satu panitia acara tersebut. Dengan diselenggarakannya seminar Tips & Trik To Be Citizen Journalism, dapat memberikan peluang kepada masyarakat untuk mengembangkan bakat dan minat dalam bidang jurnalis.
Acara seminar yang diadakan oleh mahasiswa Public Relation ini, diwajibkan untuk mahasiswa KPI tetapi, juga boleh dihadiri masyarakat umum. Jadi mahasiswa dan siswa manapun boleh untuk mengikutinya. Dengan ketentuan, khusus mahasiswa IAIN Surakarta dikenakan biaya 20 ribu, umum 25 ribu dan untuk on the spot 30 ribu. Tetapi untuk mahasiswa IAIN sendiri hanya dikenakan biaya 7 ribu saja, alasannya diberi dana dari jurusan untuk seluruh mahasiswa KPI yang diwajibkan untuk mengikutinya.
Siswa dari SMA Negeri 1 Surakarta dan SMA Negeri 1 Karangdowo Klaten lah yang mengikuti acara ini dengan maksud mereka untuk mencari ilmu dan mengerti tentang Citizen Journalism yang sesungguhnya. “Aku pingin ajar gae Citizen Journalism mbak ben sesok isoh, aku tertarik banget mbak” ujar Naim, seorang pelajar dari SMA Negeri Karangdowo, seusai pelaksanaan seminar. Acara ini telah terbukti sukses memikat hati para peserta dengan tema dan isi yang menarik ini, membuat para peserta ingin bisa menjadi Citizen Journalism.

Mengenai kehadiran peserta, “sebenarnya belum memenuhi target yang ada, masalahnya kemarin itu juga ngadainnya waktunya mepet tapi lumayan banyak yang datang dan alhamdulillah acaranya sukses”, ujar mbak Ida. Meskipun target yang diinginkan 60 an peserta, meskipun yang hadir kurang dari target, hal itu tidak mengurangi semangat para panitia dan pembicara acara Tips & Trik To Be Citizen Journalism. “Seneng bisa berbagi pengalaman dengan teman-teman dan pesertanya lumayan banyak kog” ujar Mbak pythag setelah usai mengisi seminar.

Selasa, 10 Juni 2014

MAAF

MAAF
Dengan tinta hitam yang akan ku goreskan pada selembar kertas buram.
Didalam hati ku hanya ada satu rasa yang ingin sekali aku ungkapkan
Empat huruf yang akan aku rangkai menjadi sebuah kata yang indah
Kata yang indah mungkin akan bisa mengurangi bebanku
Hanya secuil kata itu yang mempunyai arti begitu dalam
Begitu berat untuk mengatakannya dengan tulus hati
Tapi lebih berat bagi yang akan memberi jawaban atas kata itu
Sebenarnya mudah untuk mengatakan itu
Namun hanya butuh niat yang tulus ikhlas dari lubuk hati
Dengan kata itu aku bisa hidup dalam ranah yang makin tak wajar ini
Aku pelihara sepenuh hati sampai ajal menjemputku
Tuhan,, MAAF atas segala perbuatan buruk yang aku lakukan
Aku hanya bisa memohon kepadaMu

Agar Kau selalu melindungi ku sampai nanti.